Minggu, 21 Januari 2018

Gubernur Jabar Ahmad Heriawan Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Ciamis, Banjar dan Pangandaran | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER

LKN | 15 May 2016 | Citra
274
5942
AKBP SUSMELAWATI ROSYA RESMI JADI KAPOLRES WANITA PERTAMA DI SOLOK KOTA

LKN | 12 Apr 2016 | Citra
233
3287
MUTASI 10 PERWIRA POLRES CILEGON

LKN | 19 Feb 2016 | Citra
109
2733
PULANG DINAS, POLWAN CANTIK INI JADI TUKANG TAMBAL BAN

LKN | 03 Mar 2016 | Krimsus
136
2604
GURU INI CURHAT MOTOR DISITA LEASING, KAPOLDA BERI PERINGATAN KERAS: TAK BISA MAIN SITA BEGITU!

LKN | 03 Mar 2016 | Global
135
2505
MIRIS BANGET BOCAH SD PAMER FOTO NGAMAR

LKN | 04 Mar 2016 | Regional
144
2425
POLISI RIAU BERPANGKAT BRIPKA INI DITUNJUK PBB PIMPIN 2 JENDERAL DAN BELASAN KOLONEL DI UN POLICE

LKN | 13 Apr 2016 | Investigasi
238
2088
MEMBONGKAR BOROK DINAS PENDIDIKAN LIMAPULUH KOTA

LKN | 22 Jan 2016 | Regional
7
1948
SANTUNAN MILYARAN RUPIAH DI PADEPOKAN DHIMAS KANJENG

LKN | 18 Feb 2017 | Laporan Utama
370
1925
Aparat Desa Madukoro Baru Diduga Selewengkan Dana Desa

LKN | 28 Oct 2016 | Laporan Utama
319
1731
BPN KABUPATEN PESAWARAN SARAT MAFIA PRONA (BAGIAN 1)

LKN | 16 Apr 2016 | Sorot
242
1682
PENGGUNAAN EXS DERMAGA MILIK PT.KONSTRUKTOR OLEH CV ALFINDO TIDAK SESUAI ATURAN

LKN | 03 Mar 2016 | Global
134
1675
SEPASANG ULAR ANEH DITEMUKAN DI PONOROGO

LKN | 29 Jan 2016 | Global
44
1592
PERILAKU FEBY FEBIOLA DAN SUAMI DIANGGAP TAK SESUAI AGAMA

LKN | 04 Mar 2016 | Citra
149
1575
AKP YUNI PURWANTI, CERMIN EMANSIPASI WANITA

LKN | 16 Feb 2016 | Derap
93
1569
SADIS! VIDEO TKW DISIKSA, DITELANJANGI DAN KEMALUANNYA DIBAKAR

LKN | 19 Apr 2016 | Sorot
252
1526
DR. TRIANA DEWI SEROJA, SH, M.HUM : KAMI MENGUTUK PELEMPAR BOM DI ACARA PPP

LKN | 04 Mar 2016 | Regional
146
1522
WOW ! HANYA DI SUMATERA BARAT, GEDUNG POLDA TERMEGAH SE INDONESIA DAN TAHAN GEMPA 9 SR

LKN | 21 Oct 2016 | Laporan Utama
318
1488
KADES MADA JAYA BERIJASAH PALSU PANITIA VERIFIKASI BERKAS TERKESAN SEMBRONO

LKN | 03 Apr 2016 | Laporan Utama
210
1434
LIDIK KRIMSUS RI DUKUNG PEMBUATAN FILM 3 PILIHAN HIDUP

LKN | 20 May 2016 | Krimsus
288
1308
RONTGEN CANGKUL ENO FARIHAH TERSEBAR DI DUNIA MAYA

BACA JUGA .....

LKN | 13 Jan 2018 | 10:21 | 836

Polsek Kelapa Dua Gelar Coffee Morning Bersama Kapolres Tangerang Selatan
Kepala Kepolisian Polres Tangerang Selatan AKBP Fa .....


LKN | 20 Dec 2017 | 04:02 | 825

Yossa NPL Dukung Ekonomi Kreatif dan Penegakan HaKI
Yossa NPL yang akrab disapa Cinta, dara cantik ke .....


LKN | 22 Jan 2016 | 05:18:31 | 1 | Investigasi | Dibaca : 1085 kali


PENERIMAAN CPNS KATEGORI-2 DI KANTOR KEMENAG KABUPATEN SUKABUMI TERINDIKASI SYARAT GRATIFIKASI

LKN | Investigasi | Penerimaan Cpns Kategori-2 Di Kantor Kemenag Kabupaten Sukabumi Terindikasi Syarat Gratifikasi

Sukabumi, (Jabar) LKN
Untuk mendapatkan suatu pekerjaan atau jabatan sepertinya bukan hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan namun memerlukan perjuangan serta pengorbanan, sekalipun harus berkorban secara materi agar dapat mencapai tujuan tersebut.


Ilustrasi

Hal tersebut sama seperti kita hendak akan pergi memancing, apabila ingin mendapatkan ikan hasil pancingan yang  banyak pastinya harus menggunakan umpan yang bagus, begitupun saat kita ingin mendapatkan pekerjaan atau ingin menduduki posisi jabatan yang enak harus dengan nilai rupiah yang bagus pula.

Seperti halnya yang terjadi di lingkungan kantor kementerian agama (Kemenag) kab.Sukabumi saat penerimaan CPNS kategori 2 terindikasi syarat gratifikasi, Informasi tersebut berdasarkan adanya  keterangan dari beberapa orang narasumber dilembaga yang memiliki slogan "Ikhlas Beramal" kementerian agama kab.Sukabumi. Menurut keterangan beberapa orang narasumber ketika dimintai keterangannya, seolah-olah membenarkan adanya praktek gratifikasi saat penerimaan calon pegawai negeri sipil (cpns) kategori-2 beberapa waktu lalu.

Beberapa orang narasumber mensinyalir adanya praktek gratifikasi antara peserta tes CPNS K-2 dengan oknum pegawai kantor kemenag beserta oknum pejabat kemenag kab.Sukabumi, bahkan menurutnya telah terjadi kesepakatan antara peserta tes CPNS K-2 dengan oknum pegawai kantor kemenag dengan inisial TS serta  oknum pejabat, "Paparnya.

Dari keterangan salah seorang peserta tes cpns k-2 (honorer) dengan masa pengabdian pada kantor kemenag kab.Sukabumi kurang lebih 15 tahun ketika dimintai keterangan lewat celuler, Ia menyesalkan dengan adanya praktek gratifikasi yang dilakukan antara peserta tes dengan oknum pegawai dan oknum pejabat. Bahkan ia pun menyesalkan adanya Surat Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM) yang ditanda tangani oleh kepala kantor kementerian agama kab.Sukabumi justru malah disalahgunakan oleh oknum peserta tes sebagai salah satu syarat agar dapat mengikuti tes, padahal sebenarnya mereka belum layak untuk mengikuti tes," terang narasumber yang meminta namanya untuk tidak dikorankan.

Bahkan menurutnya bahwa Surat Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM) yang dibuat oleh peserta serta ditanda tangani oleh pimpinan, ternyata disalahgunakan serta dijadikan salah satu syarat untuk dapat mengikuti tes padahal sebenarnya masa pengabdian (honorer) mereka belum sepantasnya bisa mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (cpns) K-2 beberapa waktu lalu.

Masih menurut narasumber yang enggan namanya dikorankan  membeberkan bahwa saat pengumuman kelulusan tes CPNS K-2 dilingkungan kantor kemenag kab.Sukabumi, adanya saling klaim oleh oknum pegawai dan oknum pejabat terhadap para peserta yang lulus tes, (Bermodus Ria), "Paparnya.

Menurut informasi yang kami serap dari  beberapa orang narasumber, sebelum pelaksanaan tes CPNS K-2 disinyalir telah terjadi kesepakatan antara peserta tes dengan oknum pegawai kantor kemenag berinisial TS, Kedua orang oknum tersebut mengimingi-imingi serta memberikan kemudahan bahkan menjanjikan akan mengurus kelulusan para peserta yang sudah sepakat dengan tarif kelulusan yang ditawarkan.

Kedua oknum ini  mengiming-imingi peserta dengan cara  menjanjikan serta akan  memberikan kemudahan hingga berani menjamin bahwa mereka bisa  meluluskan peserta tes menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan kantor kemenag dengan syarat menyetorkan sejumlah uang sebagai pelicin, Bahkan sangat ironis menurut keterangan dari beberapa orang narasumber ada beberapa orang peserta tes menjaminkan sertifikat rumanya kepada kedua oknum tersebut,  "Terangnya.
 
Ketika hal ini hendak dikonfirmasikan kepada oknum berinisial TS di Ruang humas kemenag kab.Sukabumi, Ia terkesan kaget bahkan sepertinya salah tingkah ketika awak media memperdengarkan bukti-bukti rekaman korban serta bukti rekaman dari narasumber yang mengetahui adanya praktek gratifikasi yang dilakukan oleh  TS. Saat dikonfirmasi terkait praktek gratifikasi yang dilakukannya, TS terkesan tidak memiliki etika yang tanpa basa-basi meninggalkan awak media di dalam ruangan humas, bahkan setelah ditunggu beberapa lama TS tidak kunjung kembali keruangan tempatnya bekerja. *(Ludy)


Share on :


Sumber : -




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 619281


DAFTAR KOMENTAR

Oleh : wanamaryana, pada 27 Feb 2017, 17:37
Post : semoga keterima di kemenag

Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional LIDIK KRIMSUS NEWS